Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nina Mutmainah Armando mengaku prihatin bahwa tayangan televisi belakangan ini kurang mengetengahkan edukasi masyarakat, bahkan azan saja sampai disisipi iklan niaga.
Tayangan layar kaca lambat laun semakin komersial, bahkan tayangan azan maghrib di bulan Ramadhan disisipi oleh iklan. "Azan di tv menyisipkan iklan niaga, azan pun dijual," kata Nina . "Nilainya miliaran rupiah karena ditayangkan pada prime time (waktu utama)," katanya di Jakarta, Senin. Nina Armando berharap agar televisi menyajikan tayangan yang sehat dan mencerdaskan masyarakat. Namun di sisi lain ia pun mengakui masih ada yang mengangkat tayangan baik. "Ada beberapa tayangan yang sudah baik seperti Jejak Rasul, sinetron Para Pencari Tuhan. Tapi memang ada yang pantas," ujarnya. Ia menjelaskan, ada pengaduan masyarakat diterima dan mereka menilai tayangan tersebut tidak pantas. "Kami meneruskan meminta kepada stasiun tv bersangkutan yang menayangkan itu untuk memperbaiki. Ada yang telah memperbaiki tapi ada yang masih terus," katanya lagi. Read More..Senin, 15 Agustus 2011
Astaga, Siaran Adzan pun Dijual Miliaran Rupiah Demi Iklan
Artis Wiwid Gunawan Senang Kawin Kontrak
Kawin kontrak nampaknya selalu melekat pada Wiwid Gunawan. Buktinya, meski bermain di film Mudik Lebaran, Wiwid Gunawan dipercaya memerankan sebagai perempuan yang memiliki hobi kawin kontrak.
Revolusi Digital Korea Utara
Park Geun-hye adalah politisi wanita berpengaruh Korea Selatan. Dia putri mantan presidan Korsel Park Chung-hee. Park sempat bertandang ke Washington enam tahun silam. Dia disambut Menteri Pertahanan AS saat itu, Donald Rumsfeld. Di depan Park, Rumsfeld melakukan presentasi tentang negeri seteru Park: Korea Utara. Dia membentang foto pencitraan satelit semenanjung Korea pada malam hari. Hasil foto itu seperti langit dan bumi. Korea bagian selatan mandi cahaya. Sementara tetangganya di utara dibekap gelap. Bagi mereka soal terang atau gelap itu penting. Sebab, kata hasil riset dua tim peneliti AS, itu terkait dengan pendapatan warga di suatu wilayah. Karenanya, mereka pun mengamati perubahan cahaya lampu malam di negara yang tak punya statistik ekonomi pasti, seperti Irak, Aljazair, dan Haiti. Situs web Chosun Ilbo melaporkan bahwa National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), mencatat cahaya lampu malam yang dihasilkan Korut hanya sekitar dua persen dari Korsel. Korut memang tengah mengalami krisis ekonomi, kesulitan pangan, dan pembatasan listrik. Listrik hanya menyala beberapa jam sehari. Menurut The Telegraph, kereta api listrik di Korut sering ngadat, dan berhenti di tengah jalan. Kadang kereta kembali beroperasi setelah sejam, sehari, atau bahkan dua hari kemudian. Tak heran bila di malam hari Korut terlihat gelap gulita dari angkasa. Tak hanya itu, Korut juga dikenal negara paling ‘offline’ di seluruh dunia. Negara ini seperti terputus dari komunikasi dengan dunia luar. Koneksi internet dan ponsel amat jarang dijumpai. Laporan LSM yang memperjuangkan kebebasan pers, Reporters Sans Frontierès, bahkan sempat menjuluki negara ini sebagai ‘Lubang Hitam Internet terburuk di dunia’. Dihukum mati Dua Korea itu memang tak serupa. Korsel adalah negara berkoneksi internet terbaik di dunia. Lebih dari 80 persen rumah terhubung sambungan internet berkecepatan tinggi. Perusahan hosting internet asal AS, Akamai, mengatakan rakyat Korsel adalah penikmat koneksi internet tercepat di dunia. Negara ini juga punya pelanggan internet pita lebar nirkabel terbesar.
Setidaknya, kini Korut mulai membuka diri terhadap teknologi. Tahun lalu mereka membuka akun Uriminzok (artinya: Rakyat Kami - red) di Twitter, Facebook YouTube kendati isinya tak lain daripada propaganda mereka. Maskapai penerbangan milik pemerintah, Air Koryo tak ketinggalan membuka akun mereka di Facebook, dan mengundang banyak interaksi. Tapi sebagian pengamat menilai, revolusi digital itu hanyalah strategi memuluskan suksesi yang akan dilakukan Korut kelak. Kim Jong-Il kini sakit-sakitan. Kini kekuasaan siap meluncur ke ke tangan putra bungsunya Kim Jong-Un, yang mengecap pendidikan barat di Swiss. Menurut pengamat Korut Brian Myers, revolusi digital bertujuan agar pemimpin baru ini nantinya dipuja dan dinantikan oleh rakyat mereka. "Kim Il Sung naik tahta sebagai seorang legenda militer. Kim Jong Il juga melakukan hal sama. Apa yang akan saya lakukan di posisi mereka, adalah mengasosiasikan (Jong-Un) dengan inovasi teknologi," ujar profesor di bidang hubungan internasional itu. Tak banyak informasi tentang Jong-Un, putra mahkota berusia 26 tahun itu. Banyak yang meragukan dia mampu memimpin Korut bangkit dari keterpurukan. "Mereka (pemerintah) bilang kepada kami, dia (Jon-Un) akan memberikan kesuksesan dan kebaikan di bidang politik, ekonomi, dan budaya," kata Kim Hua, warga Korut di kota Hamhung kepada Telegraph. Teknologi mungkin dapat memperbaiki kondisi masyarakat Korut. Tapi tak ada kepastian bila menyangkut Jong-Un. “Anda harus percaya kepadanya, walaupun sebenarnya Anda tidak,” ujar Kim Hua Read More..Foto Wayne Rooney Saat Operasi Transplantasi Rambut
Wayne Rooney, striker Manchester United, jalani transplantasi rambut. Striker timnas Inggris itu kembali menjadi berita utama media Inggris selama menjalani operasi untuk menumbuhkan rambut kepalanya.
Kini Rooney kembali menjadi headline se
Dalam Seminggu, FPI Sulsel Mengamuk Tiga kali
Anggota Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan di bulan Ramadan ini gencar turun ke jalan, mengamuk melakukan razia, baik malam maupun siang hari. Di malam hari, sasaran razia adalah wisma dan tempat kos yang mereka curigai menjadi tempat mesum. Di siang hari, sasarannya adalah warung-warung makan yang buka melayani pembeli. Mereka beralasan, warung-warung itu tidak menghormati kekhusyukan Ramadan dan umat Muslim yang sedang berpuasa.
Aksi kekerasan pertama terjadi Senin, 8 Agustus lalu. Saat itu, massa FPI baru selesai menghadiri pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait finalisasi Peraturan Gubernur Sulsel tentang pelarangan aktivitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Sulsel.
Dari situ, mereka kemudian bergerak secara berombongan ke sejumlah jalan protokol di Makassar untuk merazia warung yang masih buka di siang hari. Warung Coto Pettarani menjadi sasaran pertama. Tanpa ampun, anggota FPI mengobrak-abrik warung tersebut.
Mereka membanting meja kursi dan menyebabkan puluhan mangkuk dan gelas di warung itu pecah. Puluhan pembeli yang sedang makan pun panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Pada aksi pengrusakan itu, sempat terjadi duel antara anggota FPI dengan penjual coto yang berusaha melawan. Empat anggota FPI terkena pukulan di bagian wajah. Dari pihak warung coto, dua terluka. Salah satunya terluka di bagian perut. Aksi kekerasan ini dihentikan setelah dilerai seorang anggota polisi.
Aksi berlanjut pada Jumat, 12 Agustus 2011. Lagi-lagi yang jadi sasaran adalah warung makan dan restoran. Pada aksi yang dilakukan setelah Jumat itu, massa FPI mengamuk dan mengobrak-abrik di Rumah Makan Topaz, Jalan Boulevard, Makassar. Selain Rumah Makan Topaz, belasan warung coto, sop, dan penjual bakso gerobak, mereka tutup paksa.
FPI Sulsel kembali menggelar razia pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari kemarin, 14 Agustus 2011. Kali ini sejumlah wisma dan losmen menjadi sasaran. Layaknya polisi, mereka menangkap sejumlah pasangan yang sedang berduaan dan tak bisa menunjukkan surat nikah.
Tak puas sampai di situ, sekitar pukul 01.00 WITA, iring-iringan puluhan anggota FPI ini melintas di Jalan Anuang, Makassar. Di pertengahan jalan, mereka berhenti persis di depan sekretariat Jamaah Ahmadiyah Indonesia. Diiringi teriakan takbir, massa FPI yang dipimpin Panglima Laskar FPI Sulsel, Abdurrahman, langsung merengsek masuk dan mengobrak-abrik seisi ruangan.
Aksi itu berakhir dengan penangkapan Abdurrahman. Dia dibawa ke Polrestabes Makassar. Belakangan, polisi menetapkan dia sebagai tersangka dengan tuduhan telah menghasut melakukan tindakan melanggar hukum. “Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara,” kata AKBP Himawan Sugeha.
Kepolisian meminta FPI menghentikan semua aksi razia. “Kami berharap FPI mempercayakan kepada kami untuk menindak perbuatan yang melanggar hukum. Read More..
