Pasca dibawa pulang dari Bogota, Kolombia, Muhammad Nazaruddin tak lagi bisa tinggal di rumahnya yang mewah. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu kini meringkuk di sel tahanan Markas Komando Brigadir Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok.
Kepala Humas Markas Komando Brigadir Mobil (Brimob), Ajun Komisaris Besar K Budiman, mengatakan bahwa hari ini belum ada pemeriksaan terhadap mantan Bendahara Partai Demokrat, Nazaruddin oleh penyidik.
"Yang jelas kita hari ini koordinasi dengan penyidik dari petugas rutan bahwa hari ini nampaknya belum ada pemeriksaan Nazaruddin," ujar Budiman di Mako Brimob, Depok, Senin 15 Agustus 2011.
Lalu, apa kegiatan Nazaruddin setiap hari? Budiman mengatakan, saat ini Nazaruddin masih beristirahat di dalam rutan. Untuk mengisi waktu, Nazaruddin kerap mengaji dan berdoa. "Nampaknya masih ngaji-ngaji lah dan berdoa-doa gitu," kata dia.
Selain itu, Nazaruddin hari ini juga diperiksa kesehatan dan kejiwaannya oleh dokter Mabes dan RS Brimob. "Untuk ngeceklah kondisinya sehat atau tidak. Hanya cek kesehatan kan nggak apa-apa, memang tidak minta sih tapi kita cek," ujarnya.
Nazaruddin sampai hari ini dalam kondisi baik dan makannya selalu habis. "Kondisinya baik, makannya habis. Kalau tadi malam sahur menunya opor tahu dan tempe. Menu dari kita, semua penghuni sama menunya seperti itu," tutur dia.
“Nazar sangat khawatiran. Sebagai keluarganya, saya juga jadi sangat khawatir,” kata Nasir di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 15 Agustus 2011. Ia menyatakan, dirinya semakin cemas karena Nazaruddin saat ini sedang dalam kondisi sakit.
“Nazar kemarin minta dokter. Tapi setelah dokter datang, Nazar takut menerima dokter itu. Kami beri makanan, Nazar juga takut menerima makanan itu. Dia malah mempertanyakan makanan itu,” ujar Nasir. Keheranan Nasir semakin menjadi, karena Nazar marah ketika dirinya menulis daftar tamu yang ingin bertemu Nazar.
“Yang pasti kita khawatir,” kata Nasir. Meski khawatir dengan kondisi Nazaruddin, namun Nasir tidak takut Nazar diracun. “Nggak. Kami cuma sangat khawatir,” kata anggota Komisi III DPR itu.
0 komentar:
Posting Komentar